Tips Menulis di Kolom Opini Koran Nasional

February 23, 2018 Leave a comment

Dari dulu saya memang suka baca halaman opini koran nasional, khususnya Kompas. Penulis-penulisnya orang top semua, kalau bukan public figure, pasti ilmuwan. Terbersit khayalan untuk bisa ikut nulis disitu, tapi tak pernah terealisasi.

Awal saya menulis, saya coba submit ke Kompas. Tidak butuh waktu lama langsung ditolak Kompas. Yang menarik dari Kompas, mereka menjelaskan apa yang salah dari tulisan saya sehingga saya bisa pelajari dan perbaiki. Thanks Kompas!

Selanjutnya saya bikin tulisan baru yang saya yakin jauh lebih baik. Saya kirim lagi ke Kompas, dan ditolak lagi. Penolakan demi penolakan ini bikin saya makin penasaran. Saya ganti strategi. Saya coba ke koran nasional lain yang sepertinya persaingannya lebih ringan dari kompas. Tujuannya, setelah berhasil di koran-koran lain baru saya coba lagi di kompas dengan status penulis yang tulisannya sudah dipublish di beberapa koran nasional.

Saya coba ke beberapa koran nasional namun email saya bahkan tidak direspon. Sampai akhirnya tulisan saya dipertimbangkan tayang oleh koran Tempo, walau akhirnya gagal juga.  Setelah 3 kali gagal, saya coba bikin lagi yang baru dengan mempelajari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Saya submit lagi ke Tempo sampai akhirnya diterima.

Berhasil di Tempo, bikin saya penasaran dengan Kompas. Tapi saya coba sabar, saya mau keliling dulu ke koran lain. Pilihan saya jatuh ke koran Kontan. Submit ke Kontan dan Alhamdulillah published. Berhasil di Kontan, saya belum juga pede ke Kompas. Saya coba ke Investor Daily, dan Alhamdulillah langsung berhasil tayang.

Berbekal beberapa bukti telah publish di beberapa tempat akhirnya saya beranikan diri submit lagi ke kompas, dan boom! Alhamdulillah diterima!

dan seterusnya.

Intinya setelah 3 kali ditolak, 6 tulisan saya selanjutnya tidak ada yang ditolak.

Sebelum ke tips, sedikit saya jelaskan kenapa menulis di koran itu menarik. Karena:

  1. Honornya lumayan cuy.
  2. Menulis di koran itu unik. Menulis buku jangkauannya terbatas pada kemampuan distribusi penerbit dan jumlah cetakan. Tapi kalau koran nasional, sekali publish bisa langsung diakses ke pelosok kota bro, bahkan ke seluruh negeri dengan teknologi epaper. Kalau tulisanmu ada nilai pahalanya, maka jumlah pahalanya InsyaAlah bisa banyak.
  3. Kata orang bijak, “membaca membuat pintar, menulis membuat bermanfaat”.

Nah sekarang saya langsung ke tips ya, gini:

  1. Tulisanmu harus bisa dibaca dan dipahami oleh semua orang lintas disiplin ilmu. Ini penting!. Yang biasa saya lakukan adalah meminta tolong istri saya membaca draft tulisan, karena istri saya seorang sarjana telekomunikasi. Kalau dia katakan “adek belum ngerti maksudnya” maka saya langsung revisi, sampai dia katakan “oke adek ngerti”.
  2. Ada perbedaan seni menulis ilmiah dan populer. Menulis di koran adalah menulis populer. Jangan harap redaksi akan memuat tulisan yang isinya kelewat ilmiah dan dibumbui banyak terminologi rumit. Oleh karena itu, tulisan harus menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Menulis di halaman opini bukan untuk menunjukkan kedalaman ilmu anda, tapi untuk menunjukkan pendapat anda atas isu yang lagi hangat, itu saja!
  3. Tulisan ditujukan untuk khalayak dan kepentingan umum, bukan etnis atau agama tertentu. Tulisan harus netral, jangan menyudutkan pihak tertentu. Bukan ga boleh secara prinsip, tapi karena ga akan diterima redaksi, gitu aja.
  4. Sebaiknya ada saran dan usulan konkrit yang disampaikan. Isi artikel jangan cuma uraian masalah, sampaikan apa analisa dan saranmu bro.
  5. Topiknya harus yang faktual, atau minimal bisa kamu olah jadi topik yang kekinian misalnya dengan uraian fakta atau statistik yang orang belum banyak tau, sehingga seolah menjadi sesuatu yang baru.
  6. Ingat, tulisanmu bersaing dengan tulisan profesor-profesor atau tokoh nasional lainnya. Sulit untuk bisa bersaing dengan mereka, caranya adalah..be different dengan bantuan statistik atau pengalaman yang cuma kamu yang punya.

Udah gitu aja ya,  kalau mau coba kirim ke saya dulu untuk saya review monggo silahkan aja biar saya bantu review sebelum kirim ke redaksi.

Selamat mencoba!

tulisan-tulisan saya bisa diakses di https://bitindonesia.wordpress.com/

Advertisements

Belajar dari banyak ustadz

February 17, 2018 Leave a comment
Kalau lihat ustadz yang hafalannya istimewa jangan langsung kagum, lihat dulu aqidah dan akhlaknya. begitu katanya.
Kalau saya sih ketemu ustadz yang hafalannya istimewa, yang pertama saya lakukan pasti dan wajib mengagumi kelebihannya terlebih dahulu. setelah itu baru lihat aqidahnya dll.
Ustadz Adi Hidayat, dikaruniakan kemampuan hafalan yang amazing, ini harus kita kagumi dulu. Soal pendapatnya banyak yang katanya salah, itu urusan para ulama yang menilai, ane mah apa atuh, buat apa ikut2an menilai apalagi sampai memviralkan.
Sedih juga melihat ustadz abdul somad diberi gelar ustadz syubhat, ustadz sesat. Abdul somad kuliah hadits sampe S2, bukan ustadz abal2. soal ada pendapatnya yang dianggap salah, again..ini urusan para ulama, dan manusia mana sih yang ga punya salah.
trus, kalau prinsip ambil yang baik tinggalkan yang buruk dianggap salah lalu bagaimana? siapa ustadz yang paling kamu dengerin saat ini? ustadz firanda? ustadz yazid? apa kamu pikir beliau ga ada salah atau khilafnya? pasti ada kan? kalau kamu ambil bulat2 semua dari mereka maka kamu ambil kebaikan dan berikut kesalahannya kan? maka dari itu pentingnya prinsip, dengar lalu SARING.
Setelah saya ngomong gini, jangan pula saya dianggap anti salafi, tidak suka ustadz yazid dll, datang deh ke rumah saya kita lihat siapa yang lebih banyak punya buku ustadz yazid.
Kita pembelajar, jangan tengil, jangan tegang. Tugas kita belajar, tak usah menilai karena kita tak punya kapasitas. Sama seperti sedekah kepada pengemis, tugas kita memberi sedekah..bukan menilai pengemis ini beneran atau penipu.
Kata ustadz, sekarang ini jamaah pengajian mirip seperti sepak bola. Pemain bola (ustadznya) baik2 saja, yang heboh ya boneknya (kita ini).
Wallahua’lam

Nama Anak Pilihan

April 10, 2014 Leave a comment

Saya punya beberapa nama anak pilihan, sebagian diantaranya adalah nama yang awalnya untuk anak saya tapi tidak jadi. tidak jadi bukan karena nama tersebut tidak baik, tetapi saya selalu melihat “garis” dan “bentuk wajah” anak saya dalam menentukan nama. Misalnya untuk anak saya yang pertama, dari sejak istri saya hamil saya sudah mantap mempersiapkan nama Zainab untuk anak saya, karena Zainab adalah nama istri, dan anak Rasulullah Saw., namun ketika sudah lahir setelah melihat2 dan memandang wajahnya, saya melihat anak saya lebih “Fathimah” daripada “Zainab”, maka berubahlah nama anak saya menjadi Fathimah Hilwah. Nama anak kedua saya juga demikian, saat istri hamil saya sudah siapkan nama anak saya antara Umar, Hamzah, Khalid, atau Fatih. Namun akhirnya anak saya namanya jadi Qasim, lengkapnya Muhammad Qasim Al-Fatih.

Anak Laki-Laki:

Abdullah Adam

Muhammad Adam

Khalid Mutawakkil

Abdurrahman Musa

Abdullah Isa

Yusuf Karim Attamimi

Ahmad Karim Majid

Anak Perempuan:

Zainab Indana Rahmah

Zainab Rahmah

Fathimah Rahmah

Review Asus X202E / S200

March 6, 2013 Leave a comment

Sebelumnya saya cerita dikit sejarahnya ya. dari sejak 2thn lalu pengen banget beli tablet biar lebih mobile gitu. tapi kok saya dari dulu ga terlalu tertarik sama android-android itu, bagi saya android itu untuk maen2an doang. mungkin anggapan itu tidak benar, tapi hampir setiap orang yang lagi megang tablet yang saya temui itu sedang main game, dengerin MP3, foto2, dan browsing2. maka dari itu saya nyari2 tablet yang berbasis windows. saya coba telusuri saya cuma menemukan acer dan archos doang adanya (masih win7). karena pilihannya ga banyak jadi saya ga ambil dulu, dan ditambah dengan kabar akan munculnya win8 yang touchscreen membuat saya bersabar dulu sampai 2013.

kesabaran membuahkan hasil, sejak awal 2013 banyak bermunculan notebook, tablet, dan tablet+docking berbasih win8. yang pertama saya temui di pasaran ya si acer itu (acer lagi, saya ga tll suka sama merek ini), akhirnya saya tunda lagi sambil nyari2 informasi. sebenarnya yang saya cari adalah dua pilihan, pertama, tablet win8+ docking dengan processor di atas atom dengan harga dibawah 8jt, kedua ultrabook win8 touchscreeh dibawah 14inch dengan harga dibwh 8jt. pilihan yang rada mustahil bukan hahaha. sebenarnya yang saya cari ketemu c (dari segi spek), yaitu samsung ativ dengan intel i5, cm harganya itu 14jt he he he..

setelah mencari2 informasi sana sini dengan sedikit menurunkan standar mimpi, akhirnya ketemulah asus x202e, dengan processor intel i3, RAM 4gb, win8, touchscreen, vga intel hd 4000, 11,6 inch,  harga dibawah 6jt. agak sedikit surprise melihat perbandingan spek dengan harganya,  tapi setelah coba telusuri lagi ternyata memang ga ada satupun merek lain yang ngeluarin dengan spek dan harga segini. karena pilihan cuma 1, maka mantaplah saya Bismillah beli ni barang.

Pagi hari saya lihat di koran kompas ada iklan laptop Asus Vivo Series, ada yang S400 dan S200. Setelah diperhatikan speknya lho kok yang S200 ini sama persis dengan x202e. Siangnya langsung saya ke Mangga Dua untuk eksekusi. Di Mangga Dua ternyata barang ini sulit ditemukan juga, saya nemunya di megacom dan suryacom dan satu lagi lupa namanya  tapi kayaknya barangnya ga ready stock di tokonya. di suryacom harganya 5,75jt tapi hanya ada 1 warna. di megacom harga sama tapi ada dua warna. akhirnya saya ambil yang warna silver

berhubung saya bukan pakar IT jadi langsung aja saya kasih kesimpulan singkatnya ya

kelebihannya:

tentunya harga yang sangat reasonable

sudah touchscreen

windows 8, windows ini cantik tapi perlu waktu untuk adaptasi dan penyesuaian.

bentuk fisik yang tipis, kokoh, dan elegan

ukuran 11,6 tapi kayaknya lebih besar dari 11,6 pada umumnya

processor intel core i3, lumayan

kekurangannya:

fisik agak sedikit berat, tapi ga tll berat kok

layarnya akan sedikit goyang klo disentuhnya agak keras

batre cuma tahan 3,5jam

klo dicek spek di systemrequiremenlab dedicated video ram cuma 32mb, sudah diupdate drivernya tetap juga kyk gt, masak iya sih cuma segitu? ini yang belum terpecahkan. saya sudah tilpun call center katanya patokan mereka di dxdiag bukan di systemrequirementlab. memang sih klo dxdiag approx memorinya sekitar 1600mb. mungkin ada yang bisa bantu jelasin mengenai ini?

nah udah segitu aja review saya ya. ini barang sudah saya pake 2 mingguan, dan cukup mencuri perhatian rekan kerja, banyak yang kagum dan ternyata banyak juga yang lagi ngincar ini barang he he

ok ya, salam asus

Benarkah Orang Zhalim/Ahli Maksiat Bisa Hidup Bahagia?

December 4, 2012 2 comments

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melihat orang zhalim, jahat, koruptor, penipu, ahli maksiat, yang meninggalkan kewajiban seperti shalat fardhu dan zakat,  atau orang yang tidak beriman hidup dengan bergelimang harta, memiliki tahta, dan berbagai kesenangan lainnya. Benarkah mereka hidup bahagia? sesungguhnya itu adalah kebahagiaan yang semu. perhatikan hadits dan ayat Al-Qur’an dibawah ini

“Jika kamu melihat Allah ‘Azza Wajalla memberikan sebagian kenikmatan dunia kepada seorang hamba sesuai kesukaannya di atas berbagai kemaksiatannya, maka itu hanyalah istidraaj (kenikmatan yang menipu).” (HR. Ahmad)

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’aam: 44)

Dr. A’idh bin Abdullah al-Qarni dalam bukunya “Jangan Berputus Asa” menulis:

Manusia menyangka bahwa jika dia tidak diazab karena dosa yang dilakukannya semasa masih hidup, berarti ia telah selamat darinya. sebagian orang bertanya “Mana sanksi-sanksi dosa yang diperuntukkan Allah bagi siapa yang bermaksiat kepadaNya, sebagaimana yang kamu klaim? Disana ada ribuan manusia yang kafir, musyrik dan ateis. Kami tidak melihat sanksi atau gangguan yang menimpa mereka.” Kita katakan kepada mereka: Tunggu, tunggu! Apakah kamu menyangka bahwa Allah akan menurunkan para pasukan dari langit, burung-burung, atau mengirim halilintar? Sanksi itu adalakanya berasal dari tengah-tengah berbagai urusan yang tidak diketahui oleh manusia. Diantaranya misalnya, kekerasan hati.

“Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.” (QS. An-Nisa’: 155)

Allah mengunci hati hamba sehingga ia tidak bisa melihat, mendengar, dan menerima nasehat. Allah Swt. berfirman,

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)

Ibnul  Jauzi berkata dalam Shaid al-Khatir, “seorang abid atau seorang alim dari Bani Israil berkata, “Wahai Tuhanku, berapa banyak aku bermaksiat kepadaMu dan berapa banyak Engkau memberi ampunan kepadaku, lalu dimanakah sanksi itu?’ Allah menjawab, ‘Bukankah aku menghalangimu untuk mendapatkan lezatnya bermunajat kepadaKu.’ Yakni, bukankah Aku menghalangimu untuk beribadah, shalat, dan bermunajat kepadaKu, serta Aku menghalangimu mendapatkan manisnya dzikir dan manisnya istighfar. Sebab banyak manusia membaca dan belajar tetapi tidak mendapatkan manisnya iman, karena terputus hubungan antara dia dengan Allah.”

Manusia zhalim atau ahli maksiat, walaupun mereka terlihat bahagia dan ceria, sesungguhnya mereka rapuh mentalnya. Hanya saja rapuhnya mereka tidak selalu terlihat oleh publik, kadang Allah hanya memperlihatkannya kepada orang-orang terdekatnya saja. Tidak jarang kita lihat para artis ahli maksiat yang rumah tangganya hancur lebur oleh perselingkuhan, atau yang terjerat kasus narkoba, ini adalah bukti rapuhnya mental mereka. Sebagian lainnya tidak terlihat kerapuhannya, namun orang-orang terdekatnya seperti suami/istri atau anaknya atau orangtuanya atau teman terdekatnya pasti bisa merasakannya.

Categories: Keislaman

Bayi korban Metode Ini Itu

October 18, 2012 Leave a comment

Ada gejala baru menjangkiti ibu-ibu zaman sekarang dalam mendidik dan membesarkan anaknya, khususnya mereka sang wanita karir. Mereka dihujani berbagai metode dalam mendidik dan membesarkan anak. Ada banyak sekali ragamnya metode-metode tersebut. Ada cara mengajarkan anak makan, mengajar membaca, mengajar jalan, dsb.  Biasanya para ibu tersebut mendapatkan informasi metode tersebut melalui googling, baca majalah/tabloid, dan cerita teman kerjanya. Sayangnya, tanpa ada saringan dan pendalaman materi, metode tersebut langsung diterapkan kepada sang bayi di rumah, maka jadilah bayinya yang tercinta seperti “kelinci percobaan”. Maka jangan heran jika ada bayi yang dirumahnya dijejali dengan sistem dan alat bantu ini itu. untuk makan, jalan, buang air dll pakai alat bantu yang tujuannya adalah “agar cepat bisa”. bahkan bayi di bawah satu tahun pun sudah dijejali tehnik pengenalan huruf dan angka. Saya sendiri pernah terpana melihat teman saya membeli buku berbahasa asing yang isinya adalah “bagaimana cara memberi makan anak”. pertanyannya adalah, sudah sedemikan bodoh kah orang tua kita di zaman dahulu dalam membesarkan kita? apakah kita sekarang buta huruf? tidak bisa makan pake sendok? tidak bisa jalan? tidak bisa menggunakan closet?

Sudahlah bu, jangan jadikan anakmu “kelinci percobaan” atau pemuas nafsu rasa penasaranmu, atau bahkan sekedar menjaga gengsimu agar tidak ketinggalan zaman.. 

Biarlah bayi kita yang lucu itu tumbuh dengan apa adanya dan sewajarnya..

Kita tidak perlu mengajarkan monyet mengupas mangga bukan?..biarkan dia mengambil dagingnya dengan caranya sendiri

Anak saya ulang tahun yang pertama, tidak akan saya bikin perayaan

September 16, 2012 Leave a comment

Alhamdulillah, hari ini genap anak saya tersayang Fathimah Hilwah berulang tahun yang ke-1. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada saudara dan teman yang telah mengirimkan doa dan ucapan selamat, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua, amin.

sesuai dengan judul diatas, saya tidak ada rencana melakukan perayaan ulang tahun anak saya, karena beberapa hal :

Pertama, perayaan ulang tahun sangat berpotensi menjadikan takabur umur. Contohnya misalnya seorang anak akan berulang tahun di tanggal 10, maka si orang tua akan melakukan persiapan mulai dari jauh-jauh hari bukan? pertanyaannya, apakah sudah pasti sampai umur anak itu  ke tanggal 10? belum tentu kan?. Mensyukuri itu adalah bagi sesuatu yang sudah didapat, bagi sesuatu yang belum didapat yang harus dilakukan adalah..berdoa.

Kedua, saya tidak menemukan adanya tuntunan dalam Islam untuk merayakan perayaan ulang tahun. mohon kasih saya informasi jika ada tuntunan mengenai hal ini

ketiga, di Jakarta, tidak gampang bagi orang untuk datang dan pergi. Lusinan pertimbangan diperhitungkan sebelum seseorang untuk keluar rumah. oleh karena itu, saya khawatir akan memberatkan, merepotkan, dan mengganggu waktu istirahat orang hanya untuk datang merayakan ulang tahun anak saya.

keempat, saya sendiri juga pengen istirahat. InsyaAllah saya masih punya banyak cara untuk membuat anak saya happy tanpa membuat perayaan