Home > Keislaman > kejadian dan keadaan mukmin dan kafir saat sakratul maut-mati-dan di dalam kubur..

kejadian dan keadaan mukmin dan kafir saat sakratul maut-mati-dan di dalam kubur..

Berikut penjelasannya dalam satu hadits panjang..

“Kami pernah pergi bersama Rasulullah Saw. untuk menghadiri pemakaman jenazah seseorang dari kalangan Anshar. Setiba di kuburnya dan ternyata dia belum dimasukkan ke liang lahad. Lalu Rasulullah Saw duduk menghadap kiblat sementara kami duduk di sekitarnya dalam keadaan sangat hening. Beliau memegang sebuah tongkat dan memukulkan ujungnya ke tanah, (beliau menatap ke langit dan ke bumi sebanyak 3 kali), lalu beliau berkata: ‘berlindunglah kalian dari siksa kubur (beliau mengucapkannya 2 atau 3 kali).’ Kemudian berkata: ‘ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur (beliau mengucapkannya 3 kali).’ Kemudian beliau berkata: ‘jika seorang Mukmin akan meninggalkan dunia dan menuju akhirat, maka para Malaikat dengan muka yang putih akan turun kepadanya, seakan-akan wajah mereka adalah matahari. Mereka membawa kain kafan dan hanut dari Surga, kemudian duduk sejauh mata memandang. Lalu datanglah Malaikat Maut ‘As, dan duduk di samping kepalanya seraya berkata: ‘wahai jiwa yang baik (di dalam satu riwayat, yang tenang), keluarlah menuju ampunan dan karunia dari Allah Swt.’

“Rasulullah Saw.melanjutkan : “ Kemudian jiwa itu keluar bagaikan setetes air yang keluar dari mulut bejana. Lalu Malaikat Maut mengambilnya (di dalam satu riwayat: Sehingga ketika rohnya keluar, maka semua Malaikat yang ada di antara langit dan bumi dan yang ada di langit mendoakannya, dibukakan baginya pintu-pintu langit dan tidak ada seorang Malaikat penjaga pintu langit tersebut keculai mereka memohon kepada Allah agar roh orang itu di bawa oleh mereka). Ketika dia mengambilnya, sekejap mata pun dia tidak meletakkannya di tangannya, akan tetapi dia meletakkannya di atas kafan dengan hanutnya (itulah makna firman Allah SWT : ‘sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan Malaikat-Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya’.[QS.Al-An’aam:61]). Roh hamba tersebut keluar dengan semerbak bau wangi bagaikan minyak kesturi yang paling wangi di dunia.’”

Rasullullah SAW melanjutkan lagi: “Lalu mereka membawa roh tersebut naik ke atas. Setiap Malaikat yang dilewatinya pasti bertanya:’Roh siapakan yang wangi ini?’ mereka menjawab : ‘Fulan putra Fulan – dengan menyebutkan namanya yang paling baik di dunia- hingga mereka membawanya sampai ke langit dunia. Mereka meminta agar pintu dibukakan dan Malaikat yang menjaganya pun membukakannya. Malaikat pada setia tingkat langit akan mengantarkannya sampai ke langit berikutnya, hingga sampailah roh itu ke langit ke tujuh. ‘ Maka Allah berfirman : ‘Tulislah kitab (amal) hamba-Ku ini di ‘illiyyin (tahukan kamu apakah ‘illiyyin itu? Yaitu kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh Malaikat-Malaikat yang didekatkan kepada Allah).’Maka kitabnya itu dituliskan di dalam ‘illiyyin, kemudian dikatakan : ‘kembalikanlah ia ke bumi, karena Aku (menjanjikan bahwasannya Aku) menciptakannya dari bumi, mengembalikannya kepada bumi dan darinya Aku akan mengeluarkannya sekali lagi.’”

Rasulullah SAW melanjutkan lagi : “Lalu (Orang itu dikembalikannya ke bumi) rohnya dikembalikan ke jasadnya, (Beliau Saw berkata : ‘sesungguhnya dia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarkannya ketika mereka pulang).’

Lalu datanglah dua Malaikat yang sangat keras bentakannya. Keduanya membentaknya dan mendudukannya, lalu bertanya : ‘Siapakan Rabbmu?’ ‘Allah Rabb-ku, ‘jawabnya. Mereka berdua bertanya (lagi) : ‘Apakah agamamu?’ ‘Islam agamaku, ‘ jawabnya. Mereka berdua bertanya (lagi) : ‘Siapakah orang ini yang diutus kepadamu?’ ‘Dia adalah Rasulullah Saw, ‘jawabnya. Mereka berdua bertanya (lagi) : ‘ Apakah amalmu?’ ‘Aku membaca Al-Qur’an, lalu aku mempercayainya dan membenarkannya’ jawabnya. Lalu mereka membentaknya dengan berkata : ‘Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Dan siapa Nabimu?’ itulah cobaan terakhir yang diberikan kepada seorang Mukmin.

Lalu Rasulullah Saw. membacakan firman Allah Swt. :

‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat…’ (QS. Ibrahim:27)

Karena itu sang hamba dapat menjawab: ‘Rabbku adalah Allah, agamaku adalah Islam, dan Nabiku adalah Muhammad Saw, lalu berserulah suara di langit.’

Allah mengatakan: ‘Hambaku benar, maka bentangkanlah baginya permadani dari Surga, berilah pakaian dari Surga, dan bukakanlah baginya satu pintu menuju Surga.’”

Rasulullah Saw kembali menuturkan: “lalu sampailah kepadanya bau semerbak mewangi dari Surga dan diluaskanlah baginya kuburnya seluas pandangan matanya. Setelah itu datanglah kepadanya (di dalam satu riwayat, dengan menjelma menjadi) seseorang dengan paras yang indah, baju dan bagus dan wangi, dia berkata: ‘Aku datang kepadamu dengan membawa kabar gembira (Aku membawa kabar gembira dengan karunia Allah Swt dan Surga di dalamnya ada nikmat yang abadi), ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu,’ lalu dia berkata: ‘(semoga Allah memberikan kabar gembira kepadamu), siapakah kamu? Wajahmu menampakkan kebaikan!’ Dia berkata: ‘aku adalah amalmu yang shalih,’ (demi Allah, tidak ada yang aku ketahui darimu, kecuali kamu selalu bersegera di dalam melakukan ketaatan dan lamban di dalam melakukan kemaksiatan, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan).’

Kemudian dibukakan baginya satu pintu Surga dan satu pintu Neraka, dikatakan kepadanya: ‘ini adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kepada Allah, tetapi Allah menggantikannya dengan ini untukmu.’ Jika dia melihat Surga, maka dia berkata: ‘ya Allah, percepatlah hari Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku! Dikatakan kepadanya: ‘tenanglah!’”

Rasulullah Saw. melanjutkan lagi: “Adapun hamba yang kafir [dalam satu riwayat yang fajir (jahat)], jika dia meninggalkan dunia dan menghadap akhirat, datanglah kepadanya para Malaikat yang sangat keras dengan wajah yang hitam dengan membawa musuuh (dari neraka), mereka duduk sejauh pandangan mata. Kemudian datanglah Malaikat Maut dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata: ‘wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kebencian dan kemarahan dari Allah Swt.’

Kemudian malaikat itu mendekati tubuhnya, lalu Malaikat Maut mencabut rohnya bagaikan tongkat dengan cabang yang banyak dicabut dari kain wol yang basah, (sehingga urat dan otot pun putus), (maka semua malaikat yang ada di antara langit dan bumi, dan yang ada di langit melaknatnya, tertutup baginya pintu-pintu langit dan tidak ada satu Malaikat pun penjaga pintu langit kecuali mereka memohon kepada Allah agar roh orang itu tidak dibawa oleh mereka). Ketika dia mengambilnya, dia sekejap mata pun tidak meletakkannya di tangannya, akan tetapi dia meletakkannya dia atas Musuuh. Roh tersebut keluar dengan bau bangkai yang paling busuk di muka bumi, lalu mereka membawa roh tersebut naik ke atas. Tidak satupun Malaikat yang dilewatinya kecuali mereka akan berkata: ‘roh siapakah yang busuk ini?’ mereka menjawab: ‘Fulan putera Fulan’ –dengan menyebutkan namanya yang paling  buruk di dunia- sehingga mereka membawanya sampai ke langit dunia. Mereka meminta agar pintu dibukakan dan dia (penjaga) tidak membukakannya, kemudian Rasulullah Saw membacakan firman Allah Swt’…sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk Surga, hingga unta masuk ke lubang jarum…’ (QS. Al-‘Araf:40)

Dan Allah Swt berfirman: ‘Tulislah kitab hamba-Ku ini di Sijjin dan bumi yang paling bawah, (kemudian dikatakan: ‘Kembalikanlah ia ke bumi, karena Aku (menjanjikan bahwasanya aku) menciptakannya dari tanah, mengembalikannya kepadanya dan darinya Aku akan mengeluarkannya sekali lagi. Maka roh itu dilemparkan dari langit sehingga jatuh menimpa jasadnya, kemudian beliau membacakan firman Allah Swt :

‘…Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh’ (QS. Al-Hajj:31).”

Rasulullah melanjutkan lagi: “Maka rohnya dikembalikan ke jasadnya. Sungguh, dia mendengar suara sandal para pengantarnya ketika mereka pulang.

Lalu datanglah dua Malaikat yang sangat keras bentakannya, mereka berdua membentaknya dan mendudukkannya, lalu bertanya: ‘Siapakah Rabbmu?’ ‘Aah…, aah…, aku tidak tahu,’ jawabnya. Mereka berdua bertanya (lagi): ‘Apakah agamamu?’ ‘Aah…, aah…, aku tidak tahu,’ jawabnya. Mereka berdua bertanya (lagi): ‘Siapakah orang ini yang diutus kepadamu?’ Dia sama sekali tidak mendapatkan petunjuk untuk mengenalinya, lalu dikatakan kepadanya ‘Muhammad,’ namun dia berkata: ‘Aah…, aah…, aku tidak tahu (aku mendengar orang lain mengatakannya) Dikatakan kepadanya: ‘Kamu tidak tahu’ (dan kamu tidak mengikutinya).

Lalu berserulah suara di langit: ‘Dia bohong, maka bentangkanlah baginya permadani dari Neraka, dan bukakanlah baginya satu pintu menuju Neraka. Beliau berkata: ‘Lalu datanglah hawa panas dan anginnya yang panas dan kuburnya disempitkan sehingga tulang-tulangnya bersilangan. Datanglah kepadanya (di dalam satu riwayat, dengan menjelma menjadi) seseorang dengan paras yang buruk, baju yang jelek, dan bau busuk, dia berkata: ‘Aku datang kepadamu dengan membawa kabar buruk, ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu.’ Lalu dia berkata: ‘(Semoga Allah memberikan kabar buruk kepadamu), siapakah kamu? Wajahmu membawa keburukan!’ Dia berkata: ‘Aku adalah amalmu yang buruk,’ (demi Allah, tidak ada yang aku ketahui darimu, kecuali kamu selalu lamban di dalam melakukan ketaatan dan cepat di dalam melakukan kemaksiatan), (semoga Allah membalasmu dengan kejelekan.’

Kemudian didatangkan kepadanya seseorang yang buta, tuli, dan bisu, ditangannya ada sebuah mirzabah (palu besar yang biasa digunakan oleh tukang besi (an-Nihaayah)), jika alat itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung pun akan hancur menjadi tanah. Lalu dia memukulkannya kepada orang tersebut dan akhirnya berubah menjadi tanah. Kemudian Allah mengembalikannya seperti semula, lalu dipukulkannya lagi, dia menjerit sehingga terdengar oleh segala sesuatu kecuali jin dan manusia. Kemudian dibukakan baginya pintu Neraka dan dihamparkan baginya permadani dari Neraka), dia berkata: ‘Ya Rabbku, jangan Engkau jadikan hari Kiamat.’” (HR. Abu Dawud, al-Hakim, ath-Thayalisi, Ahmad, dan yang lainnya)

Dikutip dari : Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awaisyah, Adzab & Nikmat Kubur, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Categories: Keislaman
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: