Home > Kurang Penting > Hidup di Jakarta (Versi Susah)

Hidup di Jakarta (Versi Susah)

Bangun tidur mau wudhu mati air, tayamum.

Mau mandi air bak kosong lupa tampung, mandi di rumah tetangga.

Abis mandi mau ngopi ama sarapan, gas habis sudah beberapa hari tabung gas langka dipasaran.

Pergi ke warung sarapan bubur kacang ijo campur batu sama gorengan campur oli.

Selesai sarapan pergi ketoko naek motor, baru 1km ban bocor kena tebaran paku, tambal ban.

Selesai tambal lanjut jalan tiba-tiba hujan lupa bawa mantel, pulang lagi.

Ambil mobil berangkat naek mobil.

Dari rumah ke pintu tol 45menit.

Masuk tol bayar 6.500.

Di tol tiba-tiba dari bahu jalan melaju dengan cepat mobil aparat menyalip terus menyenggol spion kiri, spion terbang.

Keluar tol disambut Polantas, “selamat pagi….spion kiri…bla bla bla…100.000. (damai).

Sampai ketoko dapat berita buruk, “Pak Televisi sama monitor LCD hilang, office boy juga hilang”.

15 menit kemudian datang preman minta uang keamanan.

Jam 11:00 pergi ke Polres untuk bikin surat kehilangan spion kiri untuk klaim asuransi, sama polisi seiklhasnya aja 10.000.

Selesai dari Polres singgah ke masjid shalat jumat, hilang sandal (salah sendiri ga nitip).

Balik kemobil, hilang spion kanan (ini salah siapa).

Balik lagi ke Polres, 10.000. Dari Polres berangkat ke Asuransi untuk klaim, lewat tol (menghindari macet) 6.500

Keluar pintu tol disambut lagi sama yang mulia polantas, “selamat siang pak…spion…” “ups map pak ini saya baru dari polres….” “oh begitu toh, ya gapapa kalau begitu, tapi tadi bapak waktu keluar tol ban bapak menyentuh garis putih….bla bla bla…100rb. (damai).

Sampai perusahaan asuransi, claim spion “mobil ditinggal aja ya pak besok sore spion sudah terpasang, bapak cukup bayar own risk, 150.000.

dari sana naek angkot pulang kerumah, dua kali bis dua kali angkot dan satu kali ojek, total +- 25.000.

Pulang kerumah istri nangis, “pa uang kita habis 15.000.000 mama ketipu arisan berantai pa, maapin mama pa, jangan ceraikan mama”.

Hape bunyi, anak nelpon “Pa, besok uang sekolahnya minta lagi ya yang tadi hilang sama dompet dicopet”.

Oh ya, lupa makan siang, makan dulu masakan istri, nasi campur batu, tahu berformalin, sama ayam goreng glonggongan.

Hape bunyi lagi, sms masuk, sms promosi, pulsa terpotong otomatis 2.000.

potential client nelpon, tapi sinyal hape buruk suara ga kedengaran jelas komunikasi tidak lancar, potential client tidak puas, tidak jadi client.

“Pa, Mama uda 2 hari mencret, antarin ke klinik”. Karena hujan lebat banget, beli mantel dulu (yang lama dah sobek) jalan kaki payungan keujung gang. Pulang. Berangkat keklinik, 2 menit perjalanan hujan reda.

Sampe klinik ngantri 2jam, hujan turun lagi tambah lebat.

Pulang dari klinik, rumah sudah terendam air 15cm.

Anak kedua pulang sekolah nangis, “Pa tadi aku ditampar ama guru olahraga trus dicolek ama kenek bis”.

Pembantu datang nangis “Pak tolong supir yang kemarin bapak pecat dipekerjakan lagi, saya mengandung anak dia pak sudah 3bulan”.

Karyawan toko nelp nangis, “Pak tolong office boy yang kabur itu dicari sampe ketemu, saya mengandung anak dia sudah 3bulan”.

Mama nangis lagi!! “Pa, Mama hamil lagi, ga tau anak siapa”!!!!!!

(Note : tulisan diatas murni dramatisasi, bukan kejadian asli)

*sudah dimuat di http://www.warnaislam.com

Categories: Kurang Penting
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: