Home > Keislaman > Kumpulan Hadits Tentang Hikmah Dibalik Musibah/Kesusahan

Kumpulan Hadits Tentang Hikmah Dibalik Musibah/Kesusahan

Dari Mush’ab bin Sa’ad, dari bapaknya (yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash ra.), dia mengatakan, “Aku pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?’ Rasulullah menjawab, ‘Para Nabi, kemudian orang-orang terbaik dan begitu selanjutnya. Seseorang diuji seusai dengan kadar agamanya. Jika dia kokoh dalam agamanya, maka ujiannya berat, jika dia lemah dalam agamanya, maka ujiannya sesuai dengan kadar agamanya tersebut. Dan bala’ (ujian) itu akan senantiasa ada (menimpa) seorang hamba sampai dia membiarkannya berjalan (bebas dari musibah) di atas muka bumi sementara dia tidak lagi memiliki sisa dosa’.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Abi ad-Dunya, dan at-Tirmidzi)

“Pada Hari Kiamat nanti, saat orang-orang yang pernah menerima ujian diberikan balasan baik, orang-orang yang sehat akan berharap, seandainya kulit mereka dipotong (di dunia, sebagai ujian) dengan menggunakan gunting.” (HR. At-Tirmidzi)

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Allah menimpakan musibah (cobaan) dariNya.” (HR. Malik dan al-Bukhari)

“Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang sabar (menerima ujian), maka dia akan mendapatkan kesabaran dan barangsiapa yang berkeluh kesah, maka dia hanya mendapatkan keluh kesah.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya seorang hamba jika sudah ditentukan akan mendapatkan suatu kedudukan di sisi Allah, dia tidak mencapainya dengan amal; Allah memberikan ujian pada jasad, harta dan anaknya, kemudian dia bersabar menghadapinya hingga Allah menyampaikannya pada kedudukan yang telah ditetapkan untuknya dari Allah ‘Azza wajala.” (HR. Ahmad, dan Abu Dawud)

“Maukah engkau aku tunjukkan seorang wanita dari penghuni Surga?” Aku menjawab, ‘Tentu’. Beliau mengatakan, ‘Wanita hitam ini; dia pernah mendatangi Nabi Saw seraya mengatakan, ‘Aku terkena penyakit ayan (epilepsi) dan saya khawatir aurat saya terbuka, maka doakanlah aku kepada Allah (agar disembuhkan)!’ Beliau bersabda, ‘Jika engkau mau bersabar, maka engkau akan mendapatkan surga. Jika engkau mau, aku akan memohon kepada Allah agar menyembuhkanmu.’ Wanita itu mengatakan, ‘Saya akan bersabar.’ Lalu dia mengatakan lagi, ‘Aku khawatir auratku tersingkap, maka mohonkanlah kepada Allah agar auratku tidak tersingkap!’ Maka Rasulullah mendoakannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Categories: Keislaman
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: