Home > Keislaman > Benarkah Orang Zhalim/Ahli Maksiat Bisa Hidup Bahagia?

Benarkah Orang Zhalim/Ahli Maksiat Bisa Hidup Bahagia?

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melihat orang zhalim, jahat, koruptor, penipu, ahli maksiat, yang meninggalkan kewajiban seperti shalat fardhu dan zakat,  atau orang yang tidak beriman hidup dengan bergelimang harta, memiliki tahta, dan berbagai kesenangan lainnya. Benarkah mereka hidup bahagia? sesungguhnya itu adalah kebahagiaan yang semu. perhatikan hadits dan ayat Al-Qur’an dibawah ini

“Jika kamu melihat Allah ‘Azza Wajalla memberikan sebagian kenikmatan dunia kepada seorang hamba sesuai kesukaannya di atas berbagai kemaksiatannya, maka itu hanyalah istidraaj (kenikmatan yang menipu).” (HR. Ahmad)

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’aam: 44)

Dr. A’idh bin Abdullah al-Qarni dalam bukunya “Jangan Berputus Asa” menulis:

Manusia menyangka bahwa jika dia tidak diazab karena dosa yang dilakukannya semasa masih hidup, berarti ia telah selamat darinya. sebagian orang bertanya “Mana sanksi-sanksi dosa yang diperuntukkan Allah bagi siapa yang bermaksiat kepadaNya, sebagaimana yang kamu klaim? Disana ada ribuan manusia yang kafir, musyrik dan ateis. Kami tidak melihat sanksi atau gangguan yang menimpa mereka.” Kita katakan kepada mereka: Tunggu, tunggu! Apakah kamu menyangka bahwa Allah akan menurunkan para pasukan dari langit, burung-burung, atau mengirim halilintar? Sanksi itu adalakanya berasal dari tengah-tengah berbagai urusan yang tidak diketahui oleh manusia. Diantaranya misalnya, kekerasan hati.

“Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.” (QS. An-Nisa’: 155)

Allah mengunci hati hamba sehingga ia tidak bisa melihat, mendengar, dan menerima nasehat. Allah Swt. berfirman,

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)

Ibnul  Jauzi berkata dalam Shaid al-Khatir, “seorang abid atau seorang alim dari Bani Israil berkata, “Wahai Tuhanku, berapa banyak aku bermaksiat kepadaMu dan berapa banyak Engkau memberi ampunan kepadaku, lalu dimanakah sanksi itu?’ Allah menjawab, ‘Bukankah aku menghalangimu untuk mendapatkan lezatnya bermunajat kepadaKu.’ Yakni, bukankah Aku menghalangimu untuk beribadah, shalat, dan bermunajat kepadaKu, serta Aku menghalangimu mendapatkan manisnya dzikir dan manisnya istighfar. Sebab banyak manusia membaca dan belajar tetapi tidak mendapatkan manisnya iman, karena terputus hubungan antara dia dengan Allah.”

Manusia zhalim atau ahli maksiat, walaupun mereka terlihat bahagia dan ceria, sesungguhnya mereka rapuh mentalnya. Hanya saja rapuhnya mereka tidak selalu terlihat oleh publik, kadang Allah hanya memperlihatkannya kepada orang-orang terdekatnya saja. Tidak jarang kita lihat para artis ahli maksiat yang rumah tangganya hancur lebur oleh perselingkuhan, atau yang terjerat kasus narkoba, ini adalah bukti rapuhnya mental mereka. Sebagian lainnya tidak terlihat kerapuhannya, namun orang-orang terdekatnya seperti suami/istri atau anaknya atau orangtuanya atau teman terdekatnya pasti bisa merasakannya.

Categories: Keislaman
  1. September 27, 2013 at 3:14 am

    thank bro for this enlightenment.. intinya makna istidraj itu perlu kita resapi benar-benar

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: