Home > Opini, Pengalaman, Sharing, Tips dll > Tubuh dan Jantung Sehat Melalui Informasi Nutrisi Produk

Tubuh dan Jantung Sehat Melalui Informasi Nutrisi Produk

Penyakit jantung saat ini merupakan hal yang sangat penting menjadi perhatian. Utamanya adalah karena penyakit ini merupakan salah satu “penyakit dalam” yang tidak bisa dideteksi gejalanya oleh kasat mata, kecuali oleh mata dokter. Penyakit ini bisa muncul karena faktor keturunan, makanan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik/olahraga, dan stres.

Menjaga makanan sehat dengan nutrisi seimbang adalah salah satu tantangan yang paling sulit dihadapi. Manusia secara umum makan 3 kali sehari, ditambah beberapa kali mengemil, katakanlah 2 kali, maka dalam sehari minimal manusia telah mendapat 5 kali tantangan menjaga dan mengendalikan asupan sehat.

Banyak sudah himbauan dari pakar kesehatan, pemerintah, maupun orang tua, untuk menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, karena keseimbangan berat badan merupakan hal yang esensi dalam mencegah penyakit jantung Anjuran yang sering disampaikan adalah mengurangi makanan berlemak, santan, gorengan, dsb. Namun sebenarnya banyak hal penting lainnya yang jarang digaungkan. Salah satunya adalah kesadaran dan ketelitian membaca nutrition fact (informasi nutrisi) pada  makanan/minuman kemasan.

Dalam kehidupan modern yang ditandai dengan semakin tingginya teknologi dan budaya instan masyarakat, permintaan dan kebutuhan terhadap produk makanan dan minuman instan dalam bentuk kemasan (produk kemasan) berkembang sangat cepat. Produk instan tersebut sebenarnya merupakan solusi yang baik karena dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan diiringi dengan penyediaan informasi nutrisi yang detail pada bagian kemasannya.

Permasalahannya adalah, tujuan mulia pencantuman informasi nutrisi pada kemasan tidak disambut baik oleh konsumen. Konsumen sering tidak peduli dengan informasi tersebut. Kalaupun ada kepedulian, hanya sekedarnya saja. Konsumen misalnya, lebih sering mempersoalkan kandungan penyedap rasa dan bahan pengawet pada makanan, namun sering tidak peduli atau tidak paham dengan kandungan jumlah kalori, kadar lemak, gula, garam, dan karbohidrat pada produk kemasan tersebut. Padahal kandungan tersebut jika tidak dikontrol asupannya dapat dengan cepat meningkatkan berat badan menuju obesitas, yang pada akhirnya meningkatkan potensi terkena penyakit jantung.

Sebagai contoh, konsumen sering gagal paham dengan produk susu rendah lemak kemasan. Susu rendah lemak memang baik, namun perlu dilihat juga kadar gula dan karbohidrat yang dikandung pada produk tersebut. Jika kandungan gula dan karbohidratnya tinggi, maka tetap dapat meningkatkan berat badan,[1] terutama jika dikonsumsi berlebihan.

Contoh lain adalah produk mie instan. Banyak konsumen yang juga belum paham kalau mie instan goreng memiliki kadar lemak yang jauh lebih tinggi daripada mie instant rebus. Tidak jarang kita melihat konsumen yang mengkonsumsi 2 bungkus mie instan goreng sekaligus dan dilengkapi dengan campuran telur.

Produk susu dan mie kemasan adalah salah satu fast moving goods yang sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat modern. Tapi, berapa banyak dari mereka yang paham cara penggunaannya? Perlu dicatat, contoh yang diberikan baru sebatas susu dan mie instan, belum mencakup produk laris lainnya seperti minuman bersoda yang sangat tinggi gula, atau coklat yang lebih banyak gulanya ketimbang coklatnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membaca informasi nutrisi pada produk kemasan. Selain penting, menghitung kandungan nutrisi pada produk kemasan lebih mudah dilakukan daripada menghitungnya pada makanan segar, karena informasi nutrisi pada produk kemasan sudah tertulis rapi dan detail, sehingga konsumen dapat memperkirakan dan menghitung sendiri asupan nutrisi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik tubuh masing-masing.

Pilihan terbaik memang mengkonsumsi makanan segar. Namun tidak dapat dipungkiri kalau produk kemasan telah menjadi barang yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan modern. Untuk itu, masyarakat harus lebih bersemangat dan sadar akan pentingnya melihat informasi nutrisi. Toh melakukannya tidak sulit, hanya perlu tambahan waktu tidak lebih dari satu menit untuk melihat dan membandingkan informasi nutrisi dari satu merek produk dengan merek lainnya yang tingkat kandungan nutrisinya hampir pasti selalu berbeda.

Konsumsi produk kemasan bukan perkara yang asing, khususnya pada masyarakat perkotaan. Seseorang bisa dalam sehari hanya mengkonsumsi produk kemasan. Dimulai dengan sarapan sereal dan susu, siang hari dengan roti, dan ditutup malam hari dengan mie instan, semuanya dalam bentuk kemasan. Tren seperti ini akan terus meningkat mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, kepedulian terhadap informasi nutrisi merupakan hal yang krusial bagi masyarakat.

[1] https://duniafitnes.com/fat-loss/benarkah-memilih-susu-rendah-lemak-low-fat-untuk-diet-bagian-2.html akses 26 September 2016

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: